:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2282714/original/011607200_1531816192-IMG-20180717-WA0013.jpg)
Saat ini, dari rumah sakit yang ada, belum ada rumah sakit yang dijadikan pusat rujukan provinsi di Gorontalo. Jika ada kasus tertentu, masih harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya.
Selain itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, belum ada rumah sakit yang 100 persen menerima pasien pengguna fasilitas BPJS Kesehatan. Rencana pengembangan menjadi RSUD tipe D akan dilengkapi dengan dokter, perawat dan bidan, kefarmasian, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga non kesehatan.
Dokter yang dibutuhkan sebanyak 75 orang untuk pelayanan medik, pelayanan medik spesialis dasar, pelayanan spesialis penunjang medik, pelayanan medik spesialis lain, pelayanan medik spesialis Gigi dan Mulut, dan pelayanan medik subspesialis.
Untuk bidan dan perawat dibutuhkan 509 orang, kefarmasian 20 orang, tenaga kesehatan lainnya 60 orang, dan tenaga non kesehatan 159 orang.
Selanjutnya, selain pengembangan menjadi RSUD tipe B, RSUD Ainun juga akan dikembangkan sebagai rumah sakit pendidikan.
https://www.liputan6.com/health/read/3591860/upaya-turunkan-stunting-pemerintah-gorontalo-kembangkan-rumah-sakit-tipe-bBagikan Berita Ini
0 Response to "Upaya Turunkan Stunting, Pemerintah Gorontalo Kembangkan Rumah Sakit Tipe B"
Post a Comment